Kupu-Kupu
Desember 27, 2007Kupu-kupu terbang berpasangan
Dengan sayap kuning keemasan
Menghisap benang sari bergantian
Terbang rendah di halaman
Puisi ku bagus gak? Ayo ngaku, keren kan! Berasa lagi trance pas nulisnya. Inspirasi ini aku dapat dari pengalaman nyata lho. Kemarin pas pulang ke rumah orang tua. Seru juga bacanya. Aku jadi senyum-senyum sendiri pas baca lagi puisi diatas. Sambil membayangkan kupu-kupu itu.
Wht a wonderfull world (and word)!



Desember 28, 2007 pada 2:19 am
Hmm …
I noted that particular sentence of yours, Za.
Congrats.
Desember 28, 2007 pada 4:37 am
Hehe, kalo soal puisi gak bisa komen ah, meskipun suka bikin…tapi suka geli sendiri
Desember 28, 2007 pada 9:59 am
Wohohohoho…..
Desember 28, 2007 pada 2:48 pm
Za,
Puisinya bagus!
Beneran!
Nanti kalo buat yang baru, kasih tahu gw lagi ya?
Janji loh!
Awas kalo lupa!
Hahaha…
Desember 28, 2007 pada 11:08 pm
begitukah
kanak-kanak berlarian
mengejar kupu-kupu keemasan
tertangkap bergantian
dalam resah yang tak terungkapkan
sayap-sayap patah bergantian
bisakah anda lanjutkan
Desember 29, 2007 pada 3:29 pm
Hm…bagus kok kemana lagi aku main-main kalau bukan ke
taman pujangga, Salam dari induk kupu-kupu.
Desember 29, 2007 pada 7:02 pm
Hai Meli, ya jadi pembaca setia aja.
Arch222, salam kenal. Terimakasih untuk kunjungannya. Wah, bagus juga lanjutannya. Kalau kanak-kanak diganti anak-anak, rasanya lebih pas, bagi saya. Untuk melanjutkan, nunggu saya trance dulu ya.
Salam, Hileud. Terimakasih untuk kunjungannya, induk kupu-kupu. .
Desember 29, 2007 pada 10:53 pm
kupu2 ternyata bisa juga menjadi sumber inspirasi, yak!