Kupu-Kupu

Desember 27, 2007

Kupu-kupu terbang berpasangan
Dengan sayap kuning keemasan
Menghisap benang sari bergantian
Terbang rendah di halaman

Puisi ku bagus gak? Ayo ngaku, keren kan! Berasa lagi trance pas nulisnya. Inspirasi ini aku dapat dari pengalaman nyata lho. Kemarin pas pulang ke rumah orang tua. Seru juga bacanya. Aku jadi senyum-senyum sendiri pas baca lagi puisi diatas. Sambil membayangkan kupu-kupu itu.

Wht a wonderfull world (and word)! 

Tags: ,

8 Tanggapan ke “Kupu-Kupu”

  1. iffata Berkata

    Kemarin pas pulang ke rumah orang tua.

    Hmm …
    I noted that particular sentence of yours, Za.
    Congrats. :D

  2. Donny Reza Berkata

    Hehe, kalo soal puisi gak bisa komen ah, meskipun suka bikin…tapi suka geli sendiri :D

  3. za Berkata

    Wohohohoho…..

  4. melly Berkata

    Za,

    Puisinya bagus!
    Beneran!

    Nanti kalo buat yang baru, kasih tahu gw lagi ya?
    Janji loh!
    Awas kalo lupa!
    Hahaha…

  5. arch222 Berkata

    begitukah

    kanak-kanak berlarian
    mengejar kupu-kupu keemasan
    tertangkap bergantian
    dalam resah yang tak terungkapkan

    sayap-sayap patah bergantian
    bisakah anda lanjutkan

  6. Hileud Dot Com Berkata

    Hm…bagus kok kemana lagi aku main-main kalau bukan ke

    taman pujangga, Salam dari induk kupu-kupu.

  7. za Berkata

    Hai Meli, ya jadi pembaca setia aja.

    Arch222, salam kenal. Terimakasih untuk kunjungannya. Wah, bagus juga lanjutannya. Kalau kanak-kanak diganti anak-anak, rasanya lebih pas, bagi saya. Untuk melanjutkan, nunggu saya trance dulu ya.

    Salam, Hileud. Terimakasih untuk kunjungannya, induk kupu-kupu. .

  8. Sawali Tuhusetya Berkata

    kupu2 ternyata bisa juga menjadi sumber inspirasi, yak!

Tinggalkan Balasan