Lebaran 1430 H
Fuuh… tulis dari mana? Ok, biar mengalir saja. Mau nulis judul juga tadi mikir. Biar jadi lebaran saja.
Internet di rumah orang tua akhirnya bisa juga. Sebentar lagi mau pergi, beli tutup pentil mobil. Walah, ini mobil ternyata keempat bannya tidak ada tutup pentilnya. Alhamdulillah tidak ada apa-apa. Kemarin mobil ini dipakai mudik ke Bandung.
Lebaran 1430 H ini jadi lebaran saya kali pertama menjadi suami-istri. Saya berlebaran di Bandung. Kami (istri, bapak, mamah, dan Irfan) berangkat setelah Jum’atan. Alhamdulillah jalanan lancar. Sepanjang jalan tol memang lalu lintas padat. Tapi secara keseluruhan, waktu tempuh tidak lebih dari 3 jam.
Sesampainya di Bandung, kami keluar tol Pasteur. Mampir dulu beli baso tahu favorit istri. Baso tahu bapak Husein, begitu disebutnya. Lanjut dari Bapak Husein, diputuskan mau berbuka di luar. Tidak buka di rumah Nini. Tadinya sempat mau buka di Sambal Hejo. Saya sendiri belum pernah ke sana. Katanya si mantab sambalnya. Ya iyalah dong ya, namanya saja Sambal Hejo.
Lalu di jalan, istri inisiatif coba telepon Raja Melayu. Nyambung, booking, bingo!
Sholat Ied kami lakukan di Kopo, di komplek Aki-Nini tinggal. Di Bandung, sholat Ied dimulai pukul 06:30 Kalau di Jakarta, seingat saya pukul 07:00 Kalau di Solo? Coba tebak! Pukul 06 pagi. Saya jadi ingat zaman dulu waktu di Solo, pernah kesiangan, jadinya tidak ikut sholat Ied. Ya males-males-an, baru bangun pukul 06:30.
…. (masih lanjut ceritanya)
About this entry
You’re currently reading “Lebaran 1430 H,” an entry on Zaki Akhmad
- Telah Diterbitkan:
- September 24, 2009 / 12:26 pm
- Kategori:
- Semua
- Tag:



& Komentar
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]