Waktu dan Tes
Semua orang bisa mengerjakannya, kalau waktunya tidak terbatas. (Sambil mengingat-ngingat, sepertinya saya sudah pernah menulis soal ini?).
Saat ujian TPA dulu, saya sempat kesal. Banyak soal bagian matematika yang tidak sempat saya kerjakan. Bahkan dibaca pun tidak. Ujian TPA yang diadakan Bappenas, menurut saya didesain secara apik.
Jadi, setiap section ujian, warna kertas dibedakan. Lalu untuk membuka setiap section, kita harus membuka segel soal ujian itu. Membuka segel berarti merusak. Dan saat mengerjakan bagian yang bukan seharusnya dikerjakan berarti dapat diketahui dengan mudah oleh pengawas.
Sebenarnya semua soal dalam TPA itu (relatif) bisa dikerjakan. Pendeknya tidak mudah. Hanya membutuhkan waktu. Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Itu bergantung kemampuan seseorang. Dan memang hal ini yang memang ingin diukur oleh tes seperti TPA ini.
Waktu jadi salah satu parameter penting dalam tes.
Sebenarnya apa sih gunanya tes itu? Mengukur. Ok, itu satu. Ukuran ini untuk apa? Untuk menyeleksi. Ok, ini benar juga.
Apa yang anda lakukan apabila terdapat 1500 peminat/pelamar sementara posisi yang tersedia hanya 1? Bagaimana proses memilihnya? Menyeleksinya? Berapa tahapan tes yang didesain? Berapa waktu yang diperlukan?
Nah itu adalah pertanyaan-pertanyaan seputar tes.
Satu cara yang paling mudah contohnya adalah menggunakan IPK. Sebagai tahap awal, sisihkan saja mereka yang IPK-nya di bawah 2.75 (misalnya). Efek buruknya adalah jadinya mahasiswa mengejar IPK.
Hmm… kiranya cukup dulu saja. Ini tulisan yang seharusnya diposting kemarin tapi saya lanjutkan sedikit di bagian akhir.
About this entry
You’re currently reading “Waktu dan Tes,” an entry on Zaki Akhmad
- Telah Diterbitkan:
- Oktober 22, 2009 / 4:51 pm
- Kategori:
- Semua
- Tag:



Belum ada komentar
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]