Fyuh, akhirnya disempatkan juga menulis soal pengalaman ini. Pengalaman menyelam kali pertama.
Januari awal tahun ini, saya berkesempatan berlibur ke Bali sejenak. Saya pergi bersama istri, bapak mamah dan aa. Salah satu tujuan wisata kali ini adalah wisata air di daeran Benoa, Nusa Dua, Bali. Kebetulan kami menginap di daerah Nusa Dua, jadi tak terlalu jauh ke Benoa.
Di salah satu paket wisata air yang ditawarkan adalah diving. Wah, dalam hati saya, coba gak ya? Menyelam adalah salah satu cita-cita duniawi saya. Beneran.
Walau harganya agak mahal, akhirnya saya putuskan untuk coba nyelam. Tancap! Selesai main banana boat, saya diajak ke daerah persiapan menyelam.
Pertama, saya memilih body suit untuk menyelam. Ukuran badan saya adalah L. Lalu, saya ditanya mau pakai google apa? Wah mata saya minus, jadi saya minta yang minus 3.
Enaknya ada google minus, jadi saya tetap bisa melihat dunia sekitar dengan jernih. Selesai pilih body suit dan google, saya diminta duduk. Saya diberikan pengarahan oleh instruktur penyelam.
Eh sebelum saya diberikan pengarahan, saya diminta mengisi dokumen bla-bla-bla. Yang salah satunya adalah pernyataan setuju dengan risiko penyelaman dan telah memahami cara penyelaman. Dokumen saya tandatangani saja langsung, sebelum diberikan pengarahan. Hihii harusnya terbalik ya?
Istri saya menghampiri saya saat diberikan pengarahan. Ealah, komentarnya, kok lama amat. Saya mendengarkan dengan baik pengarahan yang diberikan.
Coba saya masih ingat gak ya? Hal-hal yang harus diperhatikan saat menyelam
- Pernafasan
- Tekanan
- Komunikasi
- Embun di google
Detailnya? Menyusul saja ya. Yang jelas arti tangan saya pada foto di atas adalah tanda OK, semuanya baik-baik saja. Jika kita mengacungkan jempol ke atas itu artinya ayuk ke atas, ada masalah.
Menyelam sungguh jadi pengalaman yang berharga bagi saya. Subhanallah, sungguh besar kekuasaan Allah SWT. Dunia itu begitu penuh warna. Beda sensasinya, saat kita melihat foto-foto bawah laut dengan merasakan langsung. Suara gelembung udara oksigen, rasa ikan yang melewati jari, karang, dst.
Saat menyelam, saya diberikan 2 lembar roti yang dibungkus plastik. Jadi roti ini diberikan pada ikan-ikan. Plastik disobek sedikit jadi roti hancur perlahan. Ikan-ikan pun berdatangan ke tangan saya, berebut roti.
Saat ikan berebut roti, saya sempat melihat ular laut. Ular laut ini berwarna hitam-putih seperti zebra-cross. Ikan yang berdatangan beragam, ada yang kecil dan besar.
Saya menyelam di kedalaman 5-8 meter. Saat menyelam, saya diberitahu tidak boleh lihat ke atas. Ternyata setelah saya tanya ke instrukturnya, hal ini agar penyelam pemula tidak panik. Saya sempat sih ngintip sedikit, melihat cahaya matahari yang masuk ke permukaan. Sementara saya menyelam, istri dan mamah menunggu di kapal di atas. Saya menyelam kurang lebih selama 30 menit. Puas dan lama juga kan
Ini jadi pengalaman menyelam saya kali pertama. Sungguh saya jadi kembali ingin menyelam. Semoga ada kesempatan untuk menyelam di tempat yang lebih seru dan indah!

keren
kapan tertarik coba Wan?
asslm…
salam kenal mas, perkenaalkan nama sya Fridz dari crypto institute.. sya sempat liat di blog mas tentang tgs akhir mas tentang PKI, kebetulan sya ada tugas tentang PKI jg klo boleh sya mau minta arsip digital TAnya..
terima kasih sebelumnya
Wa’alaikumsalam Faridz, pertanyaannya sudah saya balas via email.
wow..jadi pingin nih zak
jiyeeehhh…ada fotonya lhooo!!! B-)
ada dong B-)
waaaa, baru baca
pengeeeeen
baru sempat ngerasain snorkeling aja
tarif untuk 30 menit berapa tuh?
Hayuk Pak, nyelem. Coba di Kepulauan Seribu? Dulu saya kena 400 ribu.