Kalau modulasi amplitudo tidak bisa mentransmisikan suara denga jernih, ternyata modulasi frekuensi mampu. Saat uji coba radio FM ini ternyata begitu drastis. Suara air yang dituang ke dalam gelas. Suara kertas yang disobek. Keduanya terdengar begitu jernih.
Tapi ternyata radio FM butuh waktu lama untuk bisa dinikmati. Hal ini baru saya tahu belakangan. Penyebab lamanya bukan dari sisi teknologi, tapi dari…..
Cerita radio FM ini saya ketahui dari buku Free Culture yang ditulis oleh Lawrence Lessig. Buku ysng baru saya baca sebagian.
Saya kira buku ini bagus dibaca untuk mengetahui konsep akan hak cipta di era digial. Saya akan tulis resensi buku ini begitu selesai saya baca.