Cabe Rawit KW

Belakangan ini saya merasa cabe rawit yang saya makan tidak lagi pedas. Kalau zaman dulu, makan risol di tukang gorengan, lalu makan juga cabenya, saya bisa kepedasan. Sekarang? Tidak. Cabe yang dimakan lebih dahulu pun tidak meninggalkan jejak pedas.

Lanjut ke tukang ketoprak. Saya masih ingat saat kecil dulu, saat saya bilang cabenya tiga ke tukang ketoprak, maka rasa ketoprak sudah pedas. Sekarang? Biarpun cabenya sudah tiga, yang terasa adalah manis dari gula jawa.

Ke mana cabe yang pedas itu?

Cabe yang pedas masih bisa saya rasakan saat saya beli kue basah di toko seperti Ma’cik. Nah klo makan risol Ma’cik dengan cabe, lidah masih hush-hush kepedasan.

Apa harga cabe juga sebenarnya mahal mengikuti bawang? Jadi yang dijual tidak pedas ini adalah cabe dengan kualitas rendah.

Oh ya sekadar informasi, harga bawang ternyata belum turun. Dua atau tiga minggu yang lalu, saya beli berambang (bawang goreng) harganya masih naik 2 kali lipat.

About these ads

5 thoughts on “Cabe Rawit KW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s