Plain Work Harder

It is Saturday. Owh, it was Saturday. It’s already Sunday now. I started my Saturday at 5:00 AM. My wife had a morning schedule, and I promised her that I will escort her.

Plain work harder. Is that easy as you can imagine? Nope, it’s not easy. Then after that, you will start thinking plain work smarter would be more and more challenging.

It was a busy day. Leaving house in the morning. Having breakfast in the Taman Suropati. And guess what? What a coincidence that I met two of my friends. They are Nisa and Awin. Nisa leaves near Taman Suropati. She took her dog while having morning jog. While Awin spent some family time at the Park.

I tried to finish Titik Nol, but unfortunately the sky wasn’t clear enough and it was start raining. So I leaved the park with unfinished Titik Nol.

By the way, I should have sleep now. I have my washing machine turned on, doing small ironing, eating starfruit, … and I still should brush my teeth.

Plain work harder.

Waktu untuk Membaca

Kapankah kamu membaca? Adakah waktu khusus?

Membaca harus menyenangkan jika ingin dinikmati. Jika diburu-buru, atau terpaksa, membaca jadi tidak asyik lagi.

Saya berusaha membawa buku setiap hari. Harapannya saya bisa membaca buku memanfaatkan waktu luang. Misal saat di dalam angkutan umum atau di tengah kemacetan.

Pada praktiknya ternyata tidak mudah. Atau ini hanya alasan saya saja? Sebenarnya saat membaca sudah dianggap seru, kita akan penasaran untuk mengetahui cerita selanjutnya seperti apa.

Jadi kata kuncinya ada dua: senang dan seru.

Tidak Sempat Olahraga

Father and son are having their morning walk 😉 #wikenbersamazaidan cc: @zakiakhmad

Kalau sebelumnya tidak sempat membaca dan menulis kali ini tidak sempat olahraga. Mengapa tulisan kali ini semuanya serba tidak sempat. Apakah penjahat waktu benar-benar telah mencuri waktuku?

Yang benar itu tidak sempat olahraga atau tidak menyempatkan olahraga? Saya kira yang kedua yang benar.

Saya kurang memprioritaskan waktu untuk olahraga. Harusnya olahraga itu memiliki alokasi waktu sendiri. Diblok waktu tertentu untuk melakukan olahraga.

Tapi yang ada sekarang, olahraga dilakukan jika hanya sempat. Nah sempatnya kapan? Padahal olahraga adalah bentuk investasi jangka panjang. Yang akan terasa nanti 20-30 tahun lagi.

Tidak Sempat Menulis dan Membaca

Beberapa hari ini, saya menganggap diri saya terlalu sibuk. Terlalu sibuk adalah saat saya tidak sempat membaca dan menulis. Hehehe… Saya tidak suka jika saya terlalu sibuk.

Mengapa saya tidak suka bila tidak sempat menulis? Karena saya merasa perlu berbagi kehidupan yang penuh warna ini.

Mengapa saya tidak suka bila tidak sempat membaca? Karena banyak sekali warna dalam dunia ini. Dan salah satu cara mengetahui warna dunia ini adalah dengan membaca.

Terakhir, tambahan. Mengapa saya tidak suka bila tidak sempat berpetualang ke berbagai belahan dunia? Karena gak punya duit, Hihihi cari alasan saja.

Kalau kamu tidak suka bila?

Popzzle – A Tribute to Ibu Sud

Lagu anak-anak. Apa yang ada dalam pikiran Anda saat mendengar kata tersebut. Lagu yang berisi lirik percintaan? Lagu dewasa yang dinyanyikan anak-anak? Atau lagu yang memang diciptakan untuk anak-anak. Sesuai dengan umurnya. Sesuai dengan masanya.

Setelah lama tak ada lagu anak-anak yang bermutu, kehadiran Popzzle bagaikan melepas dahaga.

Popzzle - karena masa kecil indah sekali saja

Saya sendiri pertama kali mengetahui Popzzle saat mengikuti acara Family Day komunitas Ayah ASI yang diadakan di Cikal. Popzzle hadir turut memeriahkan acara ini.

Di era iTunes ini, rasanya semakin sulit mencari toko CD. Saya dan istri sudah beberapa kali berusaha mencari CD Popzzle ini. Kami tak kunjung mendapatkannya. Hingga suatu hari, kakak ya mengabari bahwa ia memiliki CD Popzzle. Langsung saja saya pinjam.

Di lagu pertama, Pagi-pagi, saya sempat merasa terharu. Bukan, bukan karena lagu ini lagu yang mellow. Justru lagu ini adalah lagu ceria. Lagu yang mengajak anak-anak untuk bersemangat memulai aktivitas di pagi hari. Saya terharu, karena saya ingin menghadirkan masa kecil yang menyenangkan bagi Zaidan. Semoga saja saya bisa berikhtiar untuk ini.

Sebagian lagu Ibu Sud sudah akrab di telinga saya. Tapi saya hanya hanya bisa menyanyi satu bait. Seperti yang dituliskan Popzzle dalam cover CD-nya:

… Supaya tidak hanya bersenandung tanpa mengetahui judul lagunya. Supaya tidak hanya mengingat bait pertama, padahal masih ada dua bait indah yang bercerita

Popzzle hadir bukan hanya untuk anak-anak. Tapi juga untuk generasi saya yang kini menjadi orang tua. Popzzle menghadirkan kembali sosok Ibu Sud. Salah seorang pencipta lagu hebat.

Akhirnya Menamatkan Gober Bebek – Don Rosa

Akhirnya saya selesai juga membaca komik Gober Bebek edisi nostalgia karya Don Rosa. Wah, gak nyesel deh baca sampai tamat buku ini.

Awalnya saya sempat berencana membeli buku ini. Cukup mahal juga untuk ukuran buku (atau kumpulan komik). Harganya, Rp 150 ribu. Saat saya mau beli, eh malah tak ada lagi di toko buku. Jadilah saya pinjam dari teman saya.

Toh buku itu tak harus selalu dimiliki kan.

Komik ini bercerita dari awal sejarah Gober Bebek. Bagaimana ia dari kecil, tumbuh di Skotlandia. Bagaimana ia mendapatkan keping pertamanya dari pekerjaan menyemir sepatu. Lalu Gober remaja pergi merantau ke Amerika Serikat.

Dikisahkanlah berbagai petualangannya di Amerika Serikat. Mulai dari kejar-kejaran dengan koboi. bertemu dengan gerombolan Siberat, hingga berburu emas saat Amerika Serikat sedang mengalami gold rush. Cerita tidak hanya di Amerika Serikat, tapi Gober berkeliling dunia. Mulai dari Afrika, Eropa hingga Australia.

Komik ini bagi saya menceritakan banyak hikmah. Yang pertama adalah kerja keras. Diceritakan Gober bisa menumpuk uang segitu banyak dalam gudang uang bukan dari sesuatu yang instan, tapi dari kerja keras. Sedikit demi sedikit ia mengumpulkan uang. Ia berbisnis, mencari emas, dan mengambil risiko.

Kedua, soal kejujuran. Pada salah satu episode, dikisahkan Gober mengeluh, mengapa ia tidak boleh mengambil jalan pintas (baca curang). Sekalinya ia berlaku curang, ia ditinggalkan langsung oleh kedua saudara perempuannya. Gober dikirimkan Zombie oleh orang yang dicurangi.

Ketiga, ini sih tidak terlalu penting, petualangan. Ah, jadi semakin ingin merasakan hidup di berbagai belahan dunia. Atau paling tidak berkunjung walau hanya sesaat. Semoga ada kesempatan!

Imajinasi Pixar

Saat akhir pekan kemarin, saya tanpa terencana menonton film Pixar. Yang pertama adalah Cars 2. Lalu lainnya adalah koleksi film pendek produksi Pixar.

Cars 2 dibuka dengan adegan yang keren. Agen intelijen asal Inggris (bahkan juga diisi suara dialek Inggris), McMissile yang menyelundup masuk menyelidiki tempat persembunyian musuhnya. Wah serasa nonton James Bond (tapi versi Cars).

Lalu koleksi film pendek Pixar. Film yang ada di koleksi ini saya rasa merupakan eksperimen Pixar. Eksperimen kreatif. Film ini pendek-pendek durasinya. Saya kira maksimal 7 menit.

Dari Pixar saya melihat atmosfer kreatif. Bagaimana imajinasi kemudian diwujudkan. Ide-idenya sederhana, tapi ceritanya begitu menarik. Tak terkira. Daaan lucu!

Saya lihat orang Indonesia (lalu yang beranjak dewasa) kurang suka baca buku fiksi. Padahal kan kata Einstein imajinasi lebih penting dari pengetahuan.

Internet untuk Anak-anak

Jika Anda ditanya, situs apakah yang sebaiknya dilihat anak-anak? Yang berbahasa Indonesia, tentunya. Adakah?

Pertanyaan ini rasanya masih sulit terjawab. Anak saya memang masih kecil, jadi saya belum merasakan pentingnya kebutuhan akan konten Internet untuk anak-anak.

Harus ada yang mengerjakan bagian ini. Saya tak mau anak saya melihat berita online yang menurut saya isinya, haduh. Miskin kaidah jurnalisme.

Apa perlu khan academy versi Indonesia? Atau Python 4 Kids versi Indonesia? Hehehe… Tapi itu yang mencontoh versi luar negeri. Bagaimana dengan kearifan lokal. Cerita rakyat misalnya? Cerita Pandawa Lima?

100 Tahun Lagi

100 tahun lagi.

Untuk apa? Mengapa tidak sekarang? Dengan latar belakang pendidikan teknik, yang mengutamakan memecahkan masalah sekarang, konsep ini pada awalnya sulit untuk saya terima.

Seiring berjalannya waktu, (dan juga berarti saya semakin bijak) saya menyadari konsep ini tidak salah.

Tak perlu semua orang memecahkan masalah yang ada hari ini. Ada sebagian orang yang memang sedang mempersiapkan segala sesuatu yang bukan untuk hari ini. Untuk masa depan. Kelak. Bisa jadi 100 tahun lagi.

Kalau ditarik ke sisi praktis, olahraga adalah salah satu yang manfaatnya masuk “100 tahun lagi”. Olahraga rutin di masa muda akan membuat masa tua dijalani dengan badan yang sehat. Olahraga menjadi kebutuhan. Bukan melulu kebutuhan pergi ke mal setiap minggu.

Jika kita masih suka segala sesuatu berharap bisa selesai dengan cara instant, berarti kita tak pernah belajar bagaimana memaknai akar permasalahan…