Mas Zaki, waktu di Makassar pertanyaannya apa saja?
Kali ini saya ingin menulis bagaimana rasanya menjawab pertanyaan. Bisa dibilang ini masih satu seri dengan tulisan saya sebelumnya.
Sebenarnya saat acara di Makassar dulu, saya menulis pertanyaan yang muncul apa saja. Yah tapi selamat datang di dunia Internet, era di mana lebih mudah mencari informasi di Internet daripada di komputer sendiri. Sebuah paradoks.
Di sesi saya, yang saya ingat terdapat 2 penanya. Yang pertama bertanya bagaimana caranya agar para pengembang aplikasi Android dapat mengembangkan aplikasi dengan aman dari awal. Penanya kedua bertanya tentang referensi yang saya gunakan mengenai decompile berkas APK dan buku Android Security apakah masih relevan atau tidak.
Satu ilmu baru yang saya dapatkan dari cara menjawab pertanyaan yang baik adalah dengan mengulang pertanyaan penanya. Merekonstruksi pertanyaan penanya ini ternyata tidak mudah. Seringkali penanya tidak terlalu sistematis dalam bertanya. Atau bisa juga bahasa kebiasaan yang digunakan penanya berbeda. Bisa awam sekali atau teknis sekali. Perlu diingat, adagium komunikasi: It is impossible to not to communicate.
Ya, barangkali memang di sini seninya bertanya/menjawab di suatu konferensi. Ini menjadi satu hal yang menarik dari konferensi yaitu interaksi.
Arsip Tag: konferensi
Tentang Konferensi
Apa yang menarik dari konferensi? Apakah jalan-jalannya, datang ke tempat baru, bertemu orang-orang baru atau apanya?
Beberapa minggu yang lalu, saya baru saja menghadiri idsecconf2011 di Palembang. Ini jadi pengalaman kali pertama saya menghadiri acara idsecconf. Jika dilihat dari sejarahnya, ternyata acara ini sudah cukup lama diselenggarakan. Dari tahun 2008, terus hingga sekarang. Satu hal lagi yang membuat saya salut adalah acara ini diselenggarakan tidak *melulu* di Jakarta. Mereka konsisten untuk menyelenggarakan di berbagai belahan Indonesia. Yak, Indonesia itu bukan Jakarta.
Kenalan saya jadi bertambah dengan menghadiri konferensi ini. Banyak di antara mereka, ternyata adalah old skool. Maksudnya sudah bukan anak kemarin sore. Dan kontribusinya (juga pengalamannya) sudah banyak sekali sementara saya masih harus terus belajar dan belajar.
Belakangan ini saya jadi tertarik dengan konferensi. Ternyata yang paling menarik bagi saya ternyata adalah interaksi-nya. Sulit menjelaskan bagaimana proses interaksi ini menjadi menarik. Ada hal-hal yang memang harus dirasakan sendiri dan tak terjelaskan dengan membaca/mendengarkan cerita.
Contohnya menyelam. Saya tak bisa menceritakan bagaimana senangnya perasaan saya saat berada di dalam air dengan baju selam, mendengarkan bunyi gelombang air, bernafas menggunakan selang oksigen dan melihat ikan-ikan berenang.
Well it’s different between you know the path and you walk the path.
