Bepergian & Perputaran Uang

Wisatawan. Turis.

Salah satu topik yang ditulis Ligwina Hananto dalam bukunya “Untuk Indonesia yang Kuat” diceritakan tentang bepergian. Traveling. Mengunjungi daerah-daerah di Indonesia.

Usai mengunjungi Makassar pekan lalu, tumben-tumbennya saya mencatat pengeluaran selama perjalanan. Bon-bon saya kumpulkan. Saya mengingat-ingat lagi secara kronologis, aktivitas apa saja yang saya lakukan termasuk pengeluarannya. Mulai dari melangkahkan kaki ke luar dari rumah, mikolet, taksi, Damri, airport tax, lounge bandara, naik becak, oleh-oleh, Fort Rotterdam,…. hingga akhirnya kembali menginjakkan kaki di rumah.

Dor! Banyak juga habisnya. Tak terasa, 20 ribu, 40 ribu, 85 ribu….. Setelah saya renungkan *halah* barangkali hal inilah yang membuat orang bijak dari melakukan perjalanan.

Salah satu cara sederhana menarik perputaran uang dari Jakarta adalah dengan perjalanan.

Duit orang Jakarta akan turut memutar roda perekonomian di daerah dengan aktivitas ekonomi yang dilakukannya. Mulai dari tiket pesawat, bandara, transportasi lokal, hotel, toko souvenir, hingga tempat makan.

Jadi yuk, mulai menabung untuk mengeksplorasi Indonesia!