Kembali Membaca Cerpen

Di hari Senin dan Rabu minggu ini, saya bisa baca cerpen. Oh senangnya 😀 *hidup di Jakarta, eh koreksi kerja di Jakarta tinggal di selatan Jakarta, waktu berlalu di moda transportasi*

Saya baru baca buku kumpulan prosa/cerpen?-nya Dee, Filosofi Kopi. Saya baca secara berurutan dari depan. Yang pertama, Filosofi Kopi. Yang kedua soal mencari Herman.

Dee karya-nya mellow-mellow begini menurut saya. Pilihan katanya menarik sih.

Filosofi Kopi bercerita mengenai kesempurnaan. Ben kecewa saat kopi tuwis yang harganya sesuka pembelinya di Klaten dinyatakan kopi yang sempurna dibandingkan dengan kopi buatannya. Menarik bagaimana Dee mem-bingkai kesempurnaan dalam perspektifnya. Ben hingga seperti kerasukan. Malam-malam lembur, sibuk dengan gelas ukur, mencari formula untuk kopi sempurnanya.

Yang kedua, Herman. Ternyata aku di sini adalah laki-laki. Walah saya tak menyangka. Jadi “Mencari Herman” ini yang dimaksud adalah “saya” itu sendiri. Seorang perempuan yang secara implisit mengatakan bahwa ia menyukai laki-laki yang ada di dekatnya. Akhir cerita ini berakhir tragis.

“Cerpen” ketiga, dari istri saya 🙂 Ini saya baca hari Selasa. Istri menulis cukup panjang di buku itu. Lengkap dengan ilustrasi. Malam itupun ia membuat saya tersenyum lebar.

Satu pemikiran pada “Kembali Membaca Cerpen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.