Membaca Milan Kundera

Saat ini saya sedang membaca buku Milan Kundera, The Unbearable Lightness of Being.

Milan Kundera

Dilihat dari judulnya saja, sepertinya isi buku ini sudah cukup sulit untuk dimengerti. Dan terbukti, buku ini bukanlah buku ringan. Ringan dalam artian enteng untuk dibaca. Apalagi mayoritas waktu membaca saya, saya lakukan di perjalanan. Buku sebelumnya yang saya baca adalah Selimut Debu, Agustinus Wibowo, Ainun Habibie, dan 9 Summers 10 Autumn. Saya berencana akan menuliskan kesan saya terhadap buku yang terakhir ini. Err… sebenarnya saya agak kecewa dengan isi buku 9S 10A ini.

Saya membeli buku Kundera ini sudah lama. Sudah hampir 2 tahun yang lalu, namun tak kunjung saya baca. Dulu saya pernah membacanya namun berhenti hingga 1/4-nya. Sebenarnya, saya ingin tahu saja, seperti apa sih tulisan Kundera. Dan, satu-satunya buku yang saya temukan kala itu adalah yang berjudul ini. Ada lagi buku lainnya yang cukup sering dikutip orang. Judulnya … “The Book of Laughter and Forgetting”.

Membaca novel berbahasa Inggris ternyata masih cukup sulit buat saya mengerti. Berbeda dengan membaca berita atau opini di Jakarta Post. Satu rubrik yang mulai saya sukai di Jakarta Post Minggu adalah rubrik My Way di halaman pertama di bawah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.