GTO: Gerbang Tanpa Orang

Alkisah, kemarin saya pergi ke daerah Bintaro. Kemarin jadi kali pertama saya mengunjungi Bintaro. Agendanya adalah pergi ke dokter anak, dr tiwi.

Dokter Tiwi adalah DSA, dokter spesialis anak, yang cukup populer di era Internet. Ia memiliki situs dan rajin merespon pertanyaan-pertanyaan yang diajukan via akun twitter-nya. Saya sendiri sempat satu-dua kali mengajukan pertanyaan, lalu direspon.

Karena belum pernah ke daerah Bintaro, saya memutuskan untuk ke sana lewat tol Serpong. Saya sudah tahu agar keluar di gerbang tol Pondok Aren, untuk menuju klinik dr Tiwi di rumahnya. Namun setelah itu saya tidak tahu sama sekali jalan yang harus ditempuh.

Spontanlah dalam otak saya, berencana untuk bertanya pada petugas gerbang tol saat akan keluar membayar tol nanti, di mana lokasi Bintaro Sektor VIII. Ternyata dalam otak bawah sadar saya, saya memilih untuk membayar tol menggunakan Mandiri e-Toll Card. Alasannya sederhana saja: praktis dan cepat. Toh selama ini memang saya membeli e-Toll Card untuk digunakan saat masuk tol.

Keluarlah saya di Pondok Aren. Tempelkan e-Toll Card. Setelah jalan beberapa ratus meter, saya baru tersadar bahwa saya telah kehilangan kesempatan kepada penjaga gerbang tol. Istri saya langsung tertawa terbahak-bahak.

Saya baru tersadar kalau membayar menggunakan e-Toll Card berarti tidak ada orang di gerbang tol. Untungnya rambu penunjuk arah di Bintaro sangat jelas, hingga kami tak perlu tersesat untuk sampai rumah dr Tiwi.

Satu pemikiran pada “GTO: Gerbang Tanpa Orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s