Price Tag

Saya baru mendengar lagu Price Tag. Bukan barusan sih sebenarnya, cuma kali ini saya coba simak liriknya lebih baik.

Ternyata liriknya menarik juga. Coba saja simak. Semua orang melihat ke kanan, melihat ke kiri. Apa yang dikenakan oleh orang lain. Berapa harganya. Apa mereknya.

Apakah sudah sedemikian materialistisnya kita hingga menilai orang lain dari apa dan berapa harga yang mereka kenakan?

Di awal lirik, digambarkan kegelisahan orang-orang yang hidupnya mengejar potongan diskon. Sale. Hingga tak bisa lagi membedakan, mana kebutuhan, mana keinginan.

Sebenarnya, tak salah juga orang membeli barang yang mahal. Memang tak salah juga slogan Jawa, “Ono rogo, ono rupo”, “Ada barang ada rupa”. Maksudnya, saat barang tersebut mahal memang (harusnya) diikuti dengan kualitas.

Satu hal landasan yang tak boleh dilupakan adalah alasan dibalik mengapa kita perlu barang mahal (ataupun murah) tersebut. Bahasa kerennya: konsekuensi logis. Misalnya, seorang Menteri perlu mengerti mengapa ia berhak mendapatkan mobil dinas Toyota Camry sehingga ia tak perlu berdesak-desakan mengantre Transjakarta atau Commuter Line. Karena tentu tantangan yang dihadapi seorang Menteri tentu berbeda dengan tantangan seorang karyawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s