Rangkaian Cerita FIRST-TC Bali 2012

Satu pengalaman kembali terlampaui. Banyak cerita seru di balik partisipasi dalam satu hari menjadi pemateri dalam workshop FIRST TC Bali 2012. Mulai dari persiapan materi, persiapan keberangkatan hingga pelaksanaan workshop itu sendiri.

Enaknya mulai dari mana ya?

Mulai dari yang sederhana dulu saja. Persiapan keberangkatan.

Dengan lokasi rumah yang jauh dari Bandara Soekarno-Hatta, saya memutuskan untuk tidak pulang ke rumah, sehari sebelum keberangkatan. Jadwal pesawat yang kami dapatkan adalah berangkat pukul 7 pagi.

“Going to Soekarno-Hatta airport is a nightmare”, cerita saya pada rekan-rekan yang bekerja di Singapora dan satu lainnya yang bekerja di Utrecht, Belanda. Masih ingat kan cerita saya saat pergi ke Lisbon, Portugal kurang lebih satu tahun yang lalu.

Pergi ke Bandara Soekarno-Hatta tetap akan jadi mimpi buruk selama belum ada moda transportasi yang bisa memastikan dengan akurat kapan kita bisa menginjakkan kaki di depan pintu check-in. Bayangkan, biarpun kami berangkat usai sholat shubuh, pukul 5 pagi dari Slipi, yang tinggal masuk tol saja, kami baru tiba di terminal 2D pukul 5.40 Lalu lintas di sekitar bandara saat itu sudah padat. Bahkan lalu lintas menuju terminal 1 sudah lebih padat lagi.

Pukul 6 kurang, kami sudah mengantongi boarding pass. Tidak ada masalah dengan check in. Lalu dilanjutkan dengan mencari sarapan. Saya baru tahu kalau punya kartu kredit, bisa memanfaatkan lounge di bandara dengan di-charge hanya Rp 1. Apakah sekarang saatnya mempertimbangkan memiliki kartu kredit? Hehehe alasan.

Wong pergi ke bandara adalah salah satu hal yang tidak saya sukai bepergian dengan pesawat kok.

Sebelum pergi ke bandara, ada cerita lain yang menarik. Ceritanya, rencana awalnya saya hanya akan mengenakan batik saat acara berlangsung namun akhirnya diputuskan lebih baik saya membawa setelan jas juga untuk jaga-jaga jika suasana acara formal.

Pencarian jas dimulai dari rumah orang tua. Tidak ditemukan. Begitupun dengan dasinya. Kembali dilakukan pencarian di rumah orang tua. Hasilnya sama. Akhirnya diputuskan saya meminjam jas kakak saya.

Kebetulan kakak saya pulang lebih cepat dari dinasnya ke Jogja. Jadi kami berencana untuk bertemu di tengah Jakarta, agar ia bisa memberikan jasnya kepada saya.

Masalah jas selesai. Belum selesai bagi dasi. Pencarian dasi pun dimulai.

Pelajaran dari mencari dasi kali ini adalah: kenakan kemeja yang ingin Anda pasangkan dengan dasi yang akan Anda beli. Jadilah saya pusing tujuh keliling membayangkan dasi apa yang cocok untuk saya pasangkan dengan kemeja yang saya bawa karena saya tinggalkan di dalam koper.

3 pemikiran pada “Rangkaian Cerita FIRST-TC Bali 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s