Membaca Koran

Apakah keluarga Anda masih termasuk keluarga yang melanggan koran setiap hari?

Jika jawabannya ya maka keluarga Anda termasuk keluarga yang menurut saya semakin jarang. Saya melihat kecenderungan berlangganan koran semakin berkurang saat ini. Apalagi sekarang adalah generasi Internet.

Koran-koran yang dijual murah, baik di stasiun maupun di halte Transjakarta menurut saya adalah salah satu tanda-tanda sunset industri koran cetak. Bayangkan, koran Kompas dijual separuh harganya, menjadi Rp 2000.

Dengan harga yang sudah sedemikian murah itu pun tidak mampu membuat saya membeli koran Kompas. Padahal koran favorit saya adalah Kompas. Serasa belum pas jika belum baca Kompas.

Ada banyak bacaan menarik lain yang bisa dibaca selain membaca koran. Oh ya, saya termasuk orang yang tidak terlalu tertarik membaca situs berita daring. Saya lebih suka membaca blog orang lain. Beragam blog. Mulai dari blog orang yang bercerita kesehariannya ataupun blog teknis seputar python, OWASP, dan keamanan informasi.

Saya sendiri akhirnya memutuskan untuk berlangganan koran hanya di hari Sabtu dan Minggu saja. Di hari kerja, tidak perlu. Apa karena tidak sempat membaca? Ya, di hari kerja, di waktu luang saya coba sempatkan membaca buku.

Zaidan sendiri dari kecil sudah mulai baca koran…

3 pemikiran pada “Membaca Koran

  1. Saya sudah berhenti langganan koran, diganti dengan majalah budaya dan majalan bobo untuk anak🙂, mungkin untuk edisi akhir pekan masih menarik sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s