Taman Kota Bagi Tri Rismaharini

Semalam tanpa sengaja saya menonton acara Mata Najwa usai pindah-pindah saluran televisi. Bintang tamu episode Mata Najwa kali ini adalah Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

Saya sudah beberapa kali mengunjungi Surabaya. Saat kuliah pernah, lalu yang terakhir neberapa bulan yang lalu.

Saya selalu menyukai kehidupan di luar Jakarta. “Oh ternyata ada kehidupan di luar Jakarta. Kehidupan di luar Jakarta menarik juga ya”, begitulah letupan-letupan balon diakusi dalam kota saya saat belpergian ke luar Jakarta.

Ternyata taman kota di mata Tri Rismaharini memiliki perspektif yang berbeda. Berikut saya coba ceritakan.

1. Tempat bagi remaja dan orang tua bertemu.
2. Tempat yang kaya dan yang miskin bertemu.

Filosofinya dalam juga, pikir saya. Benar juga, selama ini tak ada tempat bagi generasi tua dan generasi muda bertemu. Facebook? Itu bukan ruang publik dalam arti konvensional. Setelah saya pikir-pikir lagi, generasi tua dan generasi muda perlu berkomunikasi. Generasi muda perlu belajar menjadi bijak, generasi tua perlu mengetahui perubahan yang terjadi sekarang.

Lalu soal kaya dan miskin. Yang kaya perlu tidak merasa malu dan risih saat datang ke taman. Jadi diperlukan taman yang bersih, apik. dan terang. Lalu yang miskin tidak perlu mengeluarkan uang untuk bisa menikmati taman. Jadi taman perlu gratis atau bayar seperlunya saja.

Andai setiap kota di Indonesia memiliki taman yang apik, aku tak perlu bermimpi membaca novel di Central Park🙂

Satu pemikiran pada “Taman Kota Bagi Tri Rismaharini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s