Mengelola Keuangan Keluarga

Hari Minggu kemarin, kami menghadiri acara Breastfeeding Fair (BFF) 2012 yang diadakan oleh AIMI ASI, Asosiasi Ibu Menyusui. Ini jadi kali kedua kami datang ke acara BFF, setelah setahun sebelumnya kami juga menyempatkan datang.

Kedatangan ini bagi saya, walaupun kecil, merupakan bentuk dukungan saya terhadap gerakan ASI. Ini merupakan gerakan perlawanan, di tengah hebatnya gempuran susu formula dengan segala kekuatan uangnya. Saya harap masih banyak ibu-ibu yang bertekad dan berkomitmen kuat untuk menyusui anaknya, minimal eksklusif selama 6 bulan.

Kembali ke judul, salah satu topik acara kemarin adalah soal keuangan keluarga. Diutarakan, bagi mereka yang istrinya menyusui eksklusif, suaminya bisa membeli iPod karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk susu formula. Lha, kok sampai sekarang saya belum punya iPod juga. Adakah yang salah? Hehehe…

Keuangan keluarga kami saat ini relatif sederhana. Tidak ada pengeluaran untuk cicilan kartu kredit; karena memang kami berdua memutuskan untuk tidak memilikinya sekarang. Cicilan, pengeluaran rutin, dan menabung. Belum ada investasi.

Saat kami berkonsultasi dengan perencana keuangan, kami ditanyakan, “Ke mana ini sisa uangnya? Menabung itu sesuatu yang harus dilakukan di awal. Bukan di akhir, kalau sisa”. Wah, konsep ini sebenarnya sudah lama saya ketahui, tapi belakangan memang saya tidak cukup disiplin dalam mengelolanya.

Uang yang sudah dipisah-pisah di berbagai rekening bank saja kadang suka kalah dengan alasan praktis: mana ATM yang dekat. Saatnya memulai untuk kembali latihan disiplin menabung!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s