Potret Keluarga Jakarta Masa Kini

Wigra, Hannah, & Razsya. Adalah sosok potret keluarga Jakarta masa kini.

Kali ini saya ingin menulis resensi buku Rumah Cokelat karya Sitta Karina. Buku yang dikategorikan sebagai karya fiksi – mom lit.

Hannah awalnya seorang wanita karier. Wigra adalah sosok suami teladan. Dan Razsya adalah buah hati mereka yang beranjak besar (berusia 4 tahun?).

Mereka bertiga belum tinggal di rumah sendiri, masih ikut dengan ibu Hannah, Yang Ti. Sebagai kependekan dari Eyang Putri.

Sesuai dengan genre-nya, mom lit, maka yang paling banyak diceritakan adalah sosok Hannah. Sempat dilukiskan bagaimana Hannah cemburu pada Upik, pengasuh Razsya. Razsya ternyata lebih dekat dengan Upik. Hannah dikenal Razsya hanya sebagai sosok yang membelikan mainan. Saat akhir pekan, Hannah justru sibuk me-time: membaca majalah, tak lepas dari gadget dan melakukan hobinya yaitu melukis.

Hingga suatu hari Hannah memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Sayangnya, saya melihat konflik saat Hannah memutuskan menjadi ibu rumah tangga penuh waktu, diceritakan kurang seru.

Akhir tulisan, Sitta Karina menangkap potret keluarga Jakarta kelas menengah cukup baik & rinci. Bagaimana tantangan membesarkan anak bagi Ibu yang bekerja.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s