Bicara Seperlunya

Ternyata bicara seperlunya itu menenangka, bukan berarti dulu saya bicara semaunya. Hanya saja sekarang saya memilih untuk bicara seperlunya. Tidak semua topik lawan bicara perlu ditanggapi.

Dengan melakukan ini saya bisa melakukan observasi orang-orang lebih dalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s