Kereta vs Transjakarta

Setelah naik kereta, saya baru merasakan kecilnya kapasitas Transjakarta. Di kereta, bagi saya berdiri tidak terlalu masalah karena saya bisa meletakkan tas ransel saya di tempat tas. Semenjak kebijakan menghapus kereta ekspres, frekuensi datangnya kereta menjadi lebih sering. Bagi saya ini keputusan yang tepat karena penumpang bisa lebih terdistribusi dan tak perlu menunggu lama untuk kereta selanjutnya.

Bandingkan dengan Transjakarta. Seseorang yang membawa ransel, etikanya perlu meletakkan ranselnya di depan, tidak di punggung. Saat penumpang ada yang ingin keluar, badan harus dicondongkan ke depan karena sempitnya ruang gerak.

Kalau sudah ada MRT apa siap-siap berangkat dari Fatmawati? Yiha!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s