Paradoks Membeli Rumah di Jakarta (Coret)

Bekerja di Jakarta, bisa jadi merupakan impian sebagian orang. Kalau impian saya melihat aurora borealis langsung (gak nyambung). Bagi para pendatang, kos adalah solusi tercepat & termudah.

Seiring dengan berjalannya waktu, para pekerja ini berkeluarga. Kos jadi tidak nyaman. Masak sih hidup berkeluarga di kos. Apalagi kalau nanti punya anak.

Lalu daripada uang habis untuk bayar kosan (atau kontrakan) maka diputuskan untuk cari rumah. Cari rumah di Jakarta? Gak salah nih. Apa iya masih ada tanah kosong?

Harga rumah di Jakarta tidak terjangkau bagi mayoritas kelas menengah. Jadilah pencarian dilakukan di daerah Jakarta coret. Jakarta coret berarti lokasi yang lebih jauh. Lokasi yang lebih jauh berarti waktu tempuh yang lebih jauh. 

#duh tulisan kali ini kok bernada pesimis

Padahal harusnya biar bagaimana tetap bersyukur. Ok lah, kuncinya ada di transportasi publik yang bisa diandalkan & nyaman

4 pemikiran pada “Paradoks Membeli Rumah di Jakarta (Coret)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s