Melatih Rasa

Selain melatih kemampuan logika, kemampuan rasa juga perlu dilatih. Keduanya baik apabila diasah terus menerus. Tumpul salah satu, tidak baik. Tapi, apakah keduanya saling menumpulkan? Yang ini saya belum tahu.

Apa yang Anda lakukan untuk melatih rasa?

Bermain musik? Mendengarkan musik? Bernyanyi? Menggambar? Menulis puisi? Menulis cerita pendek? Hal-hal ini menurut saya adalah aktivitas yang dapat membantu melatih rasa.

Berbicara dengan orang lain juga bisa melatih rasa, namun bicara definisi ini saya batasi saat kita bisa mengamati langsung mimik lawan bicara. Saat berbicara dengan medium perantara (telepon, Internet), saya masih merasa bicara dalam konteks ini hanya bertukar informasi, tanpa melibatkan emosi. Atau minim emosi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s