Negara yang Bagus

Jakarta baru saja menyelesaikan G20S/DKI. Hasil hitung cepat menunjukkan pasangan Jokowi – Basuki unggul. Memanfaatkan momen Pilkada DKI, kali ini saya ingin menulis soal negara.

Sebenarnya, apakah sih yang dimaksud dengan negara yang bagus? Apakah negara yang radikal, tanpa aturan? Atau negara yang banyak aturan? Banyak aturan dan dilanggar pula.

Bagaimana hubungan negara dengan pemerintah? Apakah suatu negara lebih baik memiliki pemerintah yang kuat (misal Singapura), atau lebih baik keberadaan pemerintah tak perlu dirasakan langsung oleh rakyatnya?

Kemenangan Jokowi- Basuki disambut gegap gempita. Barangkali masyarakat Jakarta memang benar-benar haus akan perubahan. Lantas, benarkah figur Jokowi – Basuki ini mampu membuat perubahan? Seberapa besarkah peran figur pemimpin membawa perubahan dibanding dengan perubahan sistem?

Dari buku-buku yang saya baca, pemerintah Singapura adalah pemerintah yang sangat kuat. Setiap penduduknya dilacak betul-betul. Namun setiap penduduk juga memiliki jaminan sosial yang baik. Karena orang di Singapura takut punya anak, maka negara menyediakan tunjangan sosial bagi mereka yang memiliki anak. Hal ini sebagai insentif.

Gaji PNS Singapura pun sangat tinggi. Pemerintah Singapura tidak ingin memiliki pegawai yang 2nd class. Bagus juga nilainya, menurut saya. Kalau digaji dengan layak, maka konsep Jokowi “Birokrasi itu Melayani” baru bisa berjalan.

Kembali ke pertanyaan, menurut Anda, lebih baik memiliki pemerintah yang kuat atau tak perlu pemerintah yang kuat untuk sebuah negara yang bagus.

2 pemikiran pada “Negara yang Bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s