Tentang Buku Referensi

Sejak kuliah, saya terbiasa membaca buku referensi berbahasa Inggris. Usai kuliah, saya tetap membaca buku-buku berbahasa Inggris. Tulisan ini tidak mempersempit definisi buku referensi menjadi buku ajar saja text book.

Sembari menunggu travel kembali ke Jakarta, saya membaca buku vim. Saya perlu jujur,.tak semua buku saya beli. Sering juga saya menyalin koleksi buku-buku milik teman saya.

Perlu disadari, bahwa menulis buku bukanlah suatu hal yang mudah. Tak percaya? Coba saja. Atau, coba menulis blog dengan konsisten, satu hari satu tulisan. Yang belakangan masih lebih mudah sih.

Lalu bagaimana dengan buku-buku berbahasa Indonesia? Penerbit mencari penulis berbakat. Penulis berbakat tak ditemukan. Penerbit tidak bisa menerbitkan buku berkualitas. Lantas di mana rantai setan ini harus diputus?

Para pakar di bidang masing-masing harus mulai mencoba menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s