Waktu untuk Bermain

Kerja terus seperti kerbau dungu

Begitulah coretan yang ada di dekat jembatan penyeberangan halte Transjakarta Imigrasi, koridor 6. Barangkali grafiti tersebut menyindir sebagian besar kita.

Saat kuliah dulu, seorang dosen saya pernah berkomentar kepada teman saya yang berencana mengambil mata kuliah lebih dari 20 SKS. “Lha, nanti kamu waktu mainnya kapan?”, begitu tanyanya. Walau tetap saja keputusan akhir untuk mengambil berapa SKS mata kuliah yang diambil, tetap diberikan kepada sang mahasiswa.

Adakah waktu kita untuk bermain? Atau memang masa indah kita hanya ada pada masa kecil, saat kita masih riang gembira bermain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s