Ibu Hamil, Transjakarta dan Terima Kasih

Pengantar: Tulisan ini merupakan kritikan saya pribadi, namun biar bagaimanapun juga saya tetap menghormati sekali seorang Ibu yang sedang mengantarkan satu kehidupan untuk generasi selanjutnya, yaitu ibu hamil.

Transjakarta, adalah drama Jakarta. Sebuah moda transportasi publik baru yang begitu diandalkan oleh sebagian besar (ok, hanya 200-300 ribu penumpang sebenarnya) warga Jakarta dan sekitarnya. Jalan bagi para penggunanya untuk belajar menggunakan transportasi publik masih panjang. Setelah sebelumnya terbiasa menggunakan kendaraan pribadi, motor, atau yang lebih buruk Kopaja/Metromini yang sudah tak layak jalan.

Jadi sabarlah, proses pembelajaran ini masih panjang. Masih butuh waktu tahunan agar masyarakat bisa benar-benar dewasa bagaimana menggunakan transportasi publik.

Di dalam Transjakarta, sebagai salah satu moda transportasi publik, memiliki kursi prioritas. Tidak hanya Transjakarta, di dalam KRL pun juga ada. Kursi prioritas ini adalah kursi yang ditujukan bagi para penumpang prioritas yaitu: ibu hamil, ibu yang membawa anak kecil, dan lansia. Untuk Transjakarta, lokasi kursi prioritas adalah empat kursi di sisi kanan-kiri pintu tengah. Selain kursi prioritas, belakangan diberlakukan zona perempuan yaitu di barisan depan.

Tidak cuma sekali saya memberikan kursi duduk saya kepada mereka para ibu hamil yang naik Transjakarta. Istri saya pun berpesan untuk selalu memberikan kursi kepada para ibu hamil. Tanpa pesan istri saya, saya tetap akan memberikan. Pesan ini hanya mengingatkan ulang saya saja.

Saya pun berpesan kepada istri saya, jika ia diberikan kursi karena hamil, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada yang telah memberikan tempat duduk. Tapi tampaknya, ucapan terima kasih sudah semakin sulit terlontar oleh para warga Jakarta dan sekitarnya.

Barangkali ucapan terima kasih saat ini hanya dimaknai sebagai ucapan yang diucapkan hanya karena prosedur. Hanya karena diharuskan oleh manajemen. Karena jika tidak diucapkan, pelanggan berhak mendapatkan hadiah. Oh tidak. Kita sudah semakin kehilangan sisi-sisi kemanusiaan kita karena tanpa disadari jiwa kita telah terenggut oleh kota yang bernama Jakarta.

Semalam, seorang bapak di depan saya, diminta oleh berdiri oleh seorang Ibu hamil yang naik dari Kuningan Timur. Tanpa banyak berbicara, ia mengucapkan, “Saya hamil, saya hamil”. Berulang kali, karena sang Bapak tak kunjung lekas berdiri.

Tempo hari, saya dicolek oleh Ibu hamil yang naik dari halte Warung Jati. Tak banyak kata yang keluar dari mulutnya. Yang saya ingat ia mencolek lengan saya, dan mengatakan ia hamil. Saat itu saya sedang tidak duduk di kursi prioritas. Kalau saya mau jutek, bisa saja saya mengatakan silakan ajukan tempat duduk di kursi prioritas.

Namun saya tak melakukan itu. Yang saya tunggu hanya sekadar ucapan terima kasih, atau tatapan mata ramah yang keduanya tak saya temui bahkan hingga saya turun lebih dulu dari Transjakarta.

4 pemikiran pada “Ibu Hamil, Transjakarta dan Terima Kasih

  1. Aduh. Padahal si ibu teh lagi hamil ya? Dan alangkah baiknya jikalau dia mengajarkan rasa berterima kasih kepada si calon buah hati. Nggak cuma ‘sekedar’ minta fasilitas saja.

    Kok kesannya hamil hanya sebagai kelonggaran untuk mendapatkan kemudahan?

    Astaghfirullah.. Kok saya jadi berprasangka.

    Makasih postingannya ya Zaki. Ini mencerahkan sekali..🙂

    1. Di kota Metropolitan seperti Jakarta, kelonggaran sangat dinanti bagi mereka yang antre di Transjakarta. Hihihi… Sama-sama Rini, senang bisa mencerahkan😉

  2. ada orang yang tidak dapat/tidak terlatih untuk mengucapkan rasa syukurnya dalam bentuk kata-kata, atau mungkin ada hal2 lain yang dipikirkan olehnya seperti “besok makan apa?”

    1. Kalau kelas menengah, tidak mikir besok makan apa lah Wan. Paling berpikirnya, “Waduh tagihan kartu kreditku sudah jatuh tempo”, atau “Kapan ya bisa kredit iPhone5?”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s