Rapat Berdiri

Pagi ini dimulai lebih pagi dari biasanya. Usai mendirikan sholat Shubuh, saya sempat memasak untuk sarapan. Pagi ini ada agenda rapat pukul 10. Sebenarnya tidak terlalu pagi, tapi pengalaman kemarin yang memakan waktu hingga 90 menit untuk sampai Ragunan, jadilah hari ini berangkat lebih pagi.

Hari ini adalah rapat yang ke-sekian kalinya.

Tiba-tiba pikiran saya saat ini terbang ke pengalaman dan konsep rapat yang berbeda. Pada pekerjaan lain, saya sempat rutin rapat seminggu sekali. Sebenarnya bukan rapat juga, hanya quick meeting. Apa ya padanannya?

Tidak banyak yang hadir. Minimal hanya kami berdua. Jika memungkinkan ada satu/dua orang lagi dari pihak lainnya. Rapat ini berlangsung singkat. Maksimal 60 menit. Lebih sering berakhir dalam waktu 15-30 menit saja.

Yang kami diskusikan hanya apa saja perkembangan pekerjaan yang dilakukan, apa rencana selanjutnya, dan terakhir apabila ada kesulitan-kesulitan. Tidak lebih. Bila ada basa-basi tentu seperlunya saja.

Lalu saya pernah membaca, dalam artikel sejara twitter kalau tidak salah, bahwa mereka rapat dalam kondisi berdiri. Standing meeting room, seingat saya nama ruangannya. Mengapa dibuat berdiri? Agar rapat berjalan cepat.

Keren juga kan idenya.

Lalu saya teringat dengan salah satu video TED yang berjudul Why work doesn’t happen in the office. Salah satu poin yang saya ingat adalah saat Anda rapat dengan 6 orang selama 60 menit, maka waktu yang terbuang adalah 6 * 60 = 360 menit. Bukan 60 menit saja.

Indonesia dengan iklim tropis barangkali memberikan perspektif waktu yang berbeda bagi para penduduknya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s