Menulis Hanya untuk Mereka yang Lemah

Begitulah, salah satu komentar dari salah satu video konferensi yang saya tonton. Benarkah? Mari kita berpikir terbalik. Jangan segera terprovokasi.

Mau-tak-mau, di era banjir informasi ini, semakin banyak informasi yang lalu lalang di sekitar kita. Entah informasi sampah, informasi curcol, informasi gosip, hingga informasi sprindik (halah) lalu-lalang di hadapan kita.

Banjir informasi ini setiap hari ada di sekitar kita. Ia datang melalui beragam media: ponsel pintar, laptop, belum lagi tablet. Atau media konvensional: selebaran, poster, papan iklan, dst.

Jadi, mana informasi yang perlu diingat dan mana informasi yang perlu dibuang? Atau bahasa anak git zaman sekarang, mana yang perlu dimasukkan dalam kategori .gitignore

Gara-gara belajar git, saya jadi mencoba menerapkan konsep .gitignore ini pada hal-hal yang saya anggap tidak penting bagi saya. Ingat, penting dan tidak penting tentu relatif bagi setiap orang.

Selain sebagai sumber banjir informasi, ternyata gadget ini juga bisa berfungsi sebagai spons, yaitu untuk menyimpan informasi. Daripada menulis, kita lebih memilih untuk memfoto saja. Yah, daripada mengingat lagi. Apa itu mengingat?

Jangan-jangan mengingat akan menjadi kata kerja masa lampau di masa depan karena nanti semuanya bisa ditanyakan ke Siri.

Siri, saya makan siang apa kemarin?
Siri, berapa pengeluaran saya hari ini?
Siri, berapa tabungan saya?
Siri, kapan saya bisa beli iPhone5? (Nah ada yang salah)

Informasi datang terlalu banyak, sementara kita semakin malas mengingat. Atau benar, mengingat menjadi tidak perlu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s