Mulai Memisahkan Sampah Organik vs Non-organik

Susah. Susah sebenarnya bukan tidak mungkin. Hanya ya tidak mudah. Semua memang butuh proses. Apa karena kita sukanya makan mie instan jadi segala sesuatu suka berharap instan. Seperti membuat mie instan tinggal celup atau rebus air panas, langsung bisa dinikmati deh. Hehehe….

Beberapa waktu belakangan ini, saya sedang bereksperimen untuk memisahkan sampah organik vs non-organik di rumah. Untuk memisahkan ini, saya sudah membeli plastik kresek berwarna merah berukuran paling kecil di pasar. Saya memang pilih ukuran yang paling kecil karena produksi sampah rumah tangga kami terbilang tak banyak. Jadi lebih baik sedikit-sedikit langsung dibuang di plastik kresek kecil daripada menunggu banyak dan dibuang di plastik kresek besar.

Saya pun sudah mengungkapkan ide ini pada istri saya. Jadi sampah organik langsung masuk ke plastik kresek merah kecil. Sampah lainnya di tempat lain. Karena sampah non-organik, jadi sebenarnya bisa dibuang kapan saja. Tidak membusuk dan menimbulkan bau. Berbeda dengan sampah organik yang sebaiknya segera dibuang.

Praktiknya ternyata tidak sederhana.

Seringkali sampah organik ini datang setiap hari tapi sedikit-sedikit. Jadi berapa frekuensi ideal yang perlu dibuang ke tempat sampah? Terkadang ada tulang ayam. Lalu ada sisa martabak. Karena jumlahnya yang sedikit ini, jadi masih suka gatal juga untuk menggabungkan dengan sampah non-organik.

Saya memang masih eksperimen kebiasaan ini. Toh saya juga tidak yakin tukang sampah yang mengangkat sampah di tempat kami akan memisahkan sampah organik vs non-organik. Saya juga tidak yakin ia membuangnya ke TPA. Haduh.

Tapi saya melihat kebiasaan ini perlu dimulai. Kalau tidak mulai dari sekarang kapan lagi? Saat ini saya dan istri sudah terbiasa untuk membawa tas belanja saat berbelanja. Saat di Lisbon dulu, pembeli akan dikenakan biaya saat menggunakan tas plastik.

Kalau menurut kamu, perlu gak sih mulai memisah sampah organik vs non-organik ini?

3 pemikiran pada “Mulai Memisahkan Sampah Organik vs Non-organik

  1. perlu banget ooom. bapak yang bertugas mengangkutt sampah dari rumah saya selalu memisahkan yang organik dan non organik bahkan yang non organik dipilah lagi menjadi kertas, plastik, kaca , besi dll. jadi kalau sudah dipisah-pisah dari rumah bisa meringankan pekerjaan mereka juga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s