Unlearn – Yoris Sebastian

Buku yang sedang dibaca

Baiklah, sekarang saatnya kembali ke rubrik resensi buku. Saya berasa jadi penulis majalah begini. Buku yang ada di redaksi kali ini adalah buku 101 Creative Notes, karya Yoris Sebastian.

Buku ini menarik, tapi saya hanya akan menulis secara rinci satu poin saja yang saya anggap paling menarik. Yaitu: unlearn.

Yang menjadi ilustrasi di buku ini adalah gelas yang terisi penuh, yang tetap tertuang, hingga airnya tumpah ke sekitarnya. Unlearn berarti meninggalkan hal-hal lama, sudah ketinggalan zaman.

Saya agak sulit juga mengartikan hal-hal yang perlu di-unlearn ini. Apakah menulis di atas kertas dengan pulpen sudah perlu ditinggalkan? Apakah menulis surat dan pergi ke kantor pos sudah perlu ditinggalkan?

Ini semua kan jadi relatif. Memang sekarang saya sudah lebih terbiasa menulis dengan keyboard, yang berarti maknanya bergeser menjadi mengetik. Saya juga sudah lama sekali tidak menulis surat. Lebih sering berkirim surel.

Lantas apa hal yang perlu di-unlearn?

Hal-hal yang kurang bermanfaat, hal-hal yang memang perlu dibuang, atau memang sudah usang dan perlu diganti. Gampang-gampang susah kan?

Baiklah, ini salah satu contoh yang bisa saya temukan. Kemarin minggu saya mengganti ban mobil karena memang sudah waktunya diganti. Ban ini memang ban second, dan sudah sering ketusuk paku. Jadi sempat kejadian bekas tambalannya bocor lagi. Kini, dengan ban baru, mobil melangkah lebih pasti. (Kok jadi seperti iklan sepatu?).

Kembali ke resensi buku.

Buku ini buku yang cukup ringan (baik secara harfiah maupun konteksnya). Saya baca buku hanya dalam 3 kesempatan. Total waktu kira-kira 50 menit lah bacanya. Yang agak lama itu bagian mengkhayalnya, karena baca buku kan bukan cuma baca tulisan saja.

Buku ini cukup layak dibaca bagi pemula dalam hal kreativitas. Misalnya di bagian awal ilustrasi digambarkan, saat kecil kita semua jago gambar, namun beranjak dewasa kita tidak pernah lagi mengasah kemampuan menggambar hingga mendefinisikan kita sendiri sebagai seseorang yang tak bisa gambar. Masih banyak lagi hal yang bisa membuka kreativitas: misalnya bertemu orang baru, keluar dari jadwal teratur, dan lain-lain.

Kritikan saya akan buku ini adalah format iklan yang terlalu eksplisit. Di cover sudah tertampang merk tablet tertentu. Hingga lagi di tulisan-tulisan Yoris, disebutkan aplikasi, merk tablet, dst. Haduh. Untungnya saya sudah menguasai ilmu .gitignore.

2 pemikiran pada “Unlearn – Yoris Sebastian

  1. saya agak suka dengan buku ini yang saya baca sekilas di gramedia. hanya saja poin-poinnya terlalu banyak :p

    You must unlearn what you have learned. — Yoda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s