Kesepakatan Waktu

Waktu bagi saya adalah konvensi. Saya lebih suka waktu yang mengalir. Pemecahan waktu menjadi detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, bagi saya hanyalah konvensi.

Saya tak suka dikejar waktu. Saya tak suka terlambat. Dan saya sangat menghargai orang lain saat kita sudah menyepakati waktu.

Saya cenderung tak terlalu peduli saat orang lain menghabiskan waktu yang bagi saya kurang berguna. Waduh, apakah saya sudah kehilangan empati? Saya hanya merasa, orang yang sudah dewasa itu tak perlu lagi banyak diingatkan. Atau tetap saja sebenarnya orang perlu diingatkan?

Dan pagi ini saya janjian dengan tukang pompa. Sebenarnya ia kemarin sudah datang ke rumah. Lah, tapi kenapa gak bilang-bilang. Ya sudah, saya suruh datang besok pagi (hari ini) pukul 7 pagi saja. Ia tidak menyanggupi dan baru bisa sampai ke rumah pukul 9 atau 9.30.

Jadilah hari ini saya menunggu tukang pompa. Jam sudah menunjukkan pukul 9.30 Tukang pompa tak kunjung datang. Saya telepon mandor (atau penghubung?)nya. Ternyata ia bilang masih menunggu konfirmasi dari saya. Gubrak. Padahal kemarin saya sudah bilang, untuk datang hari ini. Dan usai saya telepon, ia baru mau berangkat.

Ya sudahlah, jadinya saya batalkan saja agenda tukang pompa hari ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s