Catatan ke Kebun Raya Bogor

Pada beberapa akhir pekan yang lalu, kami sekeluarga mengunjungi Kebun Raya Bogor. Sebenarnya saya diundang untuk menjadi salah satu pembicara Hack in The Zoo, salah satu acara yang aktif diselenggarakan oleh komunitas echo.

Saya tidak menyanggupi ajakan ini karena kebetulan saya sudah ada komitmen dengan acara komunitas lainnya yaitu Python Indonesia. Kebetulan acara kopi darat Python Indonesia kali ini saya yang mengorganisir.

Kami berangkat dari rumah pukul 10, menuju stasiun Depok Baru. Asumsi saya maksimal dalam waktu 2 jam saya sudah bisa sampai KRB. Ealah ternyata perjalanan menuju Depok macet parah. Jadilah baru sampai stasiun pukul 12, lalu kami dapat kereta pukul 12.30

Ada yang berubah dari stasiun Depok Baru. Stasiun ini sudah bersih dari PKL. Bersih-sih. Dari peron, hingga halaman stasiun. Bahkan saya baru tersadar betapa besarnya halaman stasiun sekarang. Dulunya penuh dengan lapak-lapak. Pejalan kaki pun sangat sulit untuk lewat. Belum lagi kalau harus berlari mengejar kereta.

Saya sudah lama tidak naik kereta jadi baru tahu perubahan kondisi ini.

Sesampainha di stasiun Bogor, kami naik angkot menuju KRB. Sebelumnya saya sudah tanya ke Arif, kakak kelas yang orang Bogor, angkot apa yang harus kami naiki. Zaidan lucu banget saat ditanya naik apa. “Naik angkot”, dengan logat yang lucu.

Sesampainya di gerbang KRB, cuaca sudah semakin mendung. Kami bingung antara mau masuk atau nanti saja. Sebenarnya prioritas utama adalah cari tempat makan untuk Zaidan karena sudah waktunya makan. Setelah tanya ke petugas loket, ia bilang ada restoran daun di dalam KRB. Jadilah kami beli tiket.

Uwow, ternyata anak-anak echo ngumpulnya di lobi loket. Saya tak sempat ngobrol banyak. Saya hanya bertegur dengan Dedi, Ammar, Roni dan Bayu. Saya tak sempat lihat Om Hero.

Saat sudah masuk KRB ternyata kafe daun ini sedang dibooking atau ditutup, begitu kata satpam. Kalau mau cari makan bisa keluar dulu lalu masuk lagi. Ealah tak lama kemudian hujan turun deras. Jadilah kami bingung cari tempat makan di mana belum lagi cari tempat berteduh.

Akhir cerita kami tak kembali lagi ke KRB. Sayang, padahal ingin mengajak Zaidan main di tempat terbuka hijau yang luas. Musim hujan sih.

Pulang kembali naik KRL. Kata Zaidan, “Sampai jumpa lagi kereta api!”.

2 pemikiran pada “Catatan ke Kebun Raya Bogor

    1. kan sekalian ngajak si kecil naik kereta api, Lif😉 Pengalamannya lebih banyak naik angkutan umum daripada naik angkutan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s