Kesalahan, Kegagalan dan Kerja Keras

Waduh, judulnya kok berkesan ingin menggurui begini? Memang saya siapa? Kandidat PhD bukan, profesor apa lagi.

Baiklah, semua orang suka cerita, jadi ya akan kembali bercerita.

Saat ini saya sedang membaca komik Gober Bebek edisi nostalgia. Saya memang sempat berniat membeli komik edisi ekslusif ini. Yaiks, tapi harganya lumayan mahal, jadilah saya mengurungkan niat saya membelinya. Ealah, saat saya ingin membeli, saat ada uang lah katakanlah, komik ini tak tersedia di toko buku. Pendek cerita, saya meminjam buku ini dari teman saya, Ratri Wibowo. Kami bertemu di komunitas sesama pengguna Transjakarta.

Saya sudah sampai episode empat dari komik ini. Judul bahasa Inggris komik ini adalah Uncle Srooge, The Life and … (hadoh lupa). Saya juga baru tahu kalau nama asli Gober adalah Scrooge.

Komik ini bercerita secara kronologis dari Gober kecil. Dari bagaimana ia mendapatkan koin pertamanya dari hasil menyemir sepatu yang sangat kotor. Gober terlahir di daerah Skotlandia. Lalu petualangannya dimulai saat ia memutuskan pindah ke Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat ia bekerja di kapal. Ia sempat membeli kapal. Lalu gara-gara gerombolan siberat, kapal ia hancur berantakan. Lantas ia kembali mengelana. Kali ini ia menjadi penggembala. Lalu ada penjahat yang mencuri ternak-nya. Ia pun kehilangan gembalanya.

Cerita berlanjut lagi… (tapi saya belum lanjut lagi bacanya).

Cerita saya yang kedua adalah soal Pecha Kucha Jakarta. Rabu kemarin, saya menyempatkan datang di acara ini. Ini jadi kesempatan kali pertama saya menghadiri acara Pecha Kucha.

Beberapa pembicara menurut saya sangat buruk. Mengapa? Karena materi yang disampaikan terlalu bersifat promosi. Gaya penyampaiannya pun sangat datar. Hanya menyampaikan informasi. Yah, memang tidak mudah sih memikirkan cara bagaimana menyampaikan sesuatu dengan menarik. Tapi di situ kan seninya?

Bukan berarti tidak ada pembicara yang menarik, lho.

Satu pembicara yang menarik adalah Lita Mariana. Eh ternyata ia adalah senior saya di kampus. Suaminya ikut datang dan menegur saya duluan. Jadilah saya duduk di meja bar di samping suaminya ini. Hihihi… klo istri saya ikut, pasti dia protes, kok saya selalu bertemu orang yang saya kenal.

Lita menyampaikan materinya dengan menarik. Pengalaman mengajarnya dengan cara-cara kreatif. Kalau baca blognya, ia sepertinya lebih kreatif dibanding penampilannya di Pecha Kucha malam itu.

Pembicara lain yang menarik, yang saya angkat sebagai judul, adalah pembicara dari LSPR. Sayang, saya lupa namamya.

Poin yang paling menarik adalah, menurutnya, budaya Asia tidak akrab dengan kegagalan. Padahal facebook, twitter, dan inovasi-inovasi lain lahir dari ribuan kegagalan. Facebook dan twitter hanyalah sepersekian sukses dari yang gagal.

Benarkah budaya Asia tidak apresiasi terhadap kegagalan?

Lantas apa hubungannya dengan komik Gober? Saya malah lupa cerita. Di komik ini ditekankan sekali nilai-nilai kerja keras. Gober bekerja keras. Biarpun ia gagal, ia kembali mencoba, dan bekerja keras lagi dan lagi.

Fail, fail again. But fail better.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s