Kesepian

Yak, sebelum berenang mari kita menulis dulu. Pemanasan jari #eeaa

Saat kumpul di acara kopdar Python lalu, saya bertemu dengan adik kelas saya. Ia belum lama pulang dari Jerman, melanjutkan kuliah magister. Sudah lama sekali kami tidak bertemu.

“Lhoh kok pulang sih?”, tanya saya.
“Kenapa tidak lanjut S3?”, tanya saya lagi sebelum ia sempat menanggapi.

“Gak tahu Zak, gue juga lagi bingung sekarang mau apa. Gue memang mau balik dulu. Dah 3 tahun di Jerman. Ada rasa kesepian“, begitu jawabnya. Oh ini saduran bebas saya saja ya.

Saat saya cerita hal ini ke istri saya, tanggapannya menarik. “Waduh, alasannya sangat manusiawi. Padahal anak teknik”, ujar istri saya.

Bagi sebagian orang, mengambil pendidikan doktor terkadang bisa mengorbankan keluarga. Namun mendengar cerita adik kelas saya ini, saya menjadi mendapat perspektif baru.

20130306-200627.jpg

3 pemikiran pada “Kesepian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s