Earth Hour

Eart Hour. Mana aksimu? Ini aksiku!

Pada suatu kesempatan saat berjalan-jalan di toko buku tak konvensional di Jakarta, saya menemukan buku ini. Buku yang bisa menyala di dalam gelap. Keren kan!

Mengapa saya sebut toko buku tak konvensional? Karena memang buku-buku yang dijual di sini cenderung memiliki niche-nya tersendiri. Bukan hanya buku, alat-alat tulis dan barang-barang lainnya pun unik-unik. Saya suka cuci mata di toko ini.

Jadilah buku ini, buku yang menemani saya dan Zaidan saat melewati masa earth hour, Sabtu 23 Maret lalu. Lampu kamar saya matikan lalu saya bawa lampu senter. Untuk membuat buku ini menyala, halaman dalam buku ini perlu disinari dulu dengan cahaya. Sinari beberapa saat, lalu lapisan fluorescence buku ini akan menyimpan dan lantas memancarkan cahaya.

Seru jadinya bermain bersama Zaidan. Ia juga tampak asyik melihat fenomena ini. “Sinarin dulu”, begitu ia mencontoh.

Masih banyak seri buku unik dari buku ini. Ada seri warna yang menceritakan bagaimana percampuran sekian warna menghasilkan warna baru. Seri lainnya… haduh sayang saya lupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s