Sauna di Transjakarta

Beberapa hari lalu, seperti biasa, saya pulang menggunakan Transjakarta. Apa memang kota Jakarta begitu baik hingga memfasilitasi para penumpang di Transjakarta ini untuk sauna hanya dengan membayar Rp 3500?

AC bus Transjakarta yang saya naiki ini ternyata mati. Bus terisi penuh. Bus baru berjalan satu halte, saya mulai terasa lemas karena menghirup CO2 dari para penumpang.

Sang petugas menghubungi manajer-nya. Di halte berikutnya, diputuskan semua penumpang harus turun. Suasana bus begitu panas. Sang petugas meminta supir membuka pintu saat bus masih berhenti karena lampu merah. Pintu kembali ditutup saat bus berjalan.

Sebagai pengguna transportasi publik, saya pernah berpikir bahwa memang sebaiknya harga BBM itu mahal. Walau tak dipungkiri hal inipun akan berimbas langsung pada saya.

Masa depan itu (seharusnya) ada di transportasi publik. Menurut saya, mobil pribadi baiknya hanya digunakan di akhir pekan saat bepergian bersama keluarga.

Tak tahan gerah, saya mencoba membuka jendela atas bus Transjakarta. Lumayan, ada angin sepoi-sepoi. Begitu turun dari bus ini, saya langsung beli minuman segar untuk meredakan kepanasan…

Sauna di (Trans)Jakarta cukup dengan Rp 3500…

4 pemikiran pada “Sauna di Transjakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s