100 Tahun Lagi

100 tahun lagi.

Untuk apa? Mengapa tidak sekarang? Dengan latar belakang pendidikan teknik, yang mengutamakan memecahkan masalah sekarang, konsep ini pada awalnya sulit untuk saya terima.

Seiring berjalannya waktu, (dan juga berarti saya semakin bijak) saya menyadari konsep ini tidak salah.

Tak perlu semua orang memecahkan masalah yang ada hari ini. Ada sebagian orang yang memang sedang mempersiapkan segala sesuatu yang bukan untuk hari ini. Untuk masa depan. Kelak. Bisa jadi 100 tahun lagi.

Kalau ditarik ke sisi praktis, olahraga adalah salah satu yang manfaatnya masuk “100 tahun lagi”. Olahraga rutin di masa muda akan membuat masa tua dijalani dengan badan yang sehat. Olahraga menjadi kebutuhan. Bukan melulu kebutuhan pergi ke mal setiap minggu.

Jika kita masih suka segala sesuatu berharap bisa selesai dengan cara instant, berarti kita tak pernah belajar bagaimana memaknai akar permasalahan…

2 pemikiran pada “100 Tahun Lagi

  1. selain olahraga, harus diperhatikan juga nutrisi. jadi inget almarhum Bapak saya, beliau rajin naek sepeda untuk kemana2 (dan karena memang ga punya motor ama mobil). dan itu yang membuat beliau selalu sehat. hanya saja ketika dengkul mulai keropos sehingga susah bersepeda, kesehatannya juga semakin menurun… jadi kesimpulannya, perhatikan nutrisi terutama kalsium untuk memperkuat tulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s