Tidur Lebih Malam atau Bangun Lebih Pagi?

Sekarang ini saya mencoba mengubah paradigma. Dari yang sifatnya yang mercusuar menjadi hal sederhana namun konsisten.

Mercusuar saya artikan sebagai sesuatu yang besar, wah dan hebat. Sementara kebalikannya adalah sesuatu hal yang sederhana, tidak besar, namun dilakukan secara konsisten dalam waktu yang lama.

Salah satu hal yang coba saya lakukan dengan konsisten adalah menyetrika baju. Daripada menunggu satu atau dua hari kosong, saya eksperimen dengan setiap hari selama 30 menit menyetrika.

Biasanya pagi hari, sebelum mandi saya luangkan waktu untuk menyetrika. Tapi ternyata menyetrika begitu menyenangkan hingga waktu 30 menit terasa kurang. Tapi lagi jika saya menyetrika terlalu lama berarti saya akan berangkat kesiangan. Padahal aktivitas saya di pagi hari kan tidak cuma menyetrika.

Lalu saya coba sebelum tidur saya menyetrika dulu selama 30 menit. Ini dengan harapan saya mendapatkan waktu menyetrika yang lebih banyak. 30 menit sebelum tidur, dan 30 menit usai tidur.

Nyatanya, saat saya menyetrika di malam hari, saya bangun lebih siang di pagi harinya. Yah, jadinya hanya menggeser waktu tidur. Hihihi… Eksperimen masih gagal.

Ada tips untuk mengurangi waktu tidur?

4 pemikiran pada “Tidur Lebih Malam atau Bangun Lebih Pagi?

    1. Kalau kaos menyenangkan Lif. Kalau kemeja, perlu hati-hati. Kalau celana bahan panjang, aku nyerah.

      Hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s