Diet Informasi

Selamat datang di era Internet. Saat di mana informasi melimpah ruah. Selamat datang di era media sosial. Saat yang terjadi di media sosial menyedot perhatian kita. Saat media cetak kehilangan para pembaca. Saat eksistensi berarti ada di media sosial.

Istilah diet informasi ini saya dapatkan dari Pythonistas -sebutan untuk para pemrogram/antusias Python- asal Singapura. Hmm… Sebenarnya ia berasa dari Jerman tapi sekarang (sedang) tinggal di Singapura.

Ia cerita di blog, bagaimana caranya melakukan diet informasi. Ia hanya memeriksa akun media sosial seminggu sekali. Tak perlu setiap hari. Ia cerita bagaimana waktunya setiap hari bisa dilakukan untuk hal yang lain, yang ia rasa lebih penting.

Konsepnya menarik juga. Nanti perlahan akan coba saya ikuti.

Kalau kita mengukur berat badan dalam kilogram, bagaimana kita mengukur banyaknya informasi yang dikonsumsi ya?

Satu pemikiran pada “Diet Informasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s