Melakukan Apa Dulu

Alhamdulillah, akhirnya kembali sampai rumah. Perjalanan padat merayap. Sebenarnya saya lebih suka bepergian dengan transportasi publik, tapi rasanya transportasi pribadi sulit terhindarkan apalagi saat bepergian bersama keluarga.

Hidup tanpa pembantu itu menyenangkan. Selain persiapan hidup di Eropa (halah), membuat otak terus berpikir. Apa yang harus dilakukan lebih dahulu. Apa yang perlu sequential, apa yang bisa paralel.

Nah masalahnya saat sampai rumah dalam kondisi lelah begini. Tadi masak saya harus menghabiskan waktu 90 menit hanya dari Pasar Gordon ningga Taman Pluto. Saat sudah lelah, otak tak lagi bisa berpikir jernih. Mesin cuci sudah menyala, rice cooker sudah matang, bak kamar mandi sudah penuh. Hmm… Lalu apa lagi ya?

Lihat saja yang saya lakukan sekarang malah menulis blog.

Oh ya, sekalian mau mengucapkan selamat buat istriku, yang pengumuman IELTSnya sudah keluar. Pak satpam tadi langsung ditanya, ada surat masuk apa enggak. Ternyata, hasil ujiannya bisa diantar via surat listrik.

2 pemikiran pada “Melakukan Apa Dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s