Mempercepat Jam

Waktu kecil dulu, saya ingat saya pernah mempercepat waktu yang ada di jam tangan saya. Yang saya ingat, saya percepat hingga 15 menit.

Saya juga pernah mengira-ngira bahwa bapak saya mempercepat jam yang ada di dekat meja makan, kurang lebih 10 menit. Tujuannya, agar kami para anak-anak tidak terlambat sampao sekolah.

Baru saja saya mengganti jam yang ada di rumah dengn baterai Alkaline. Entah mengapa kedua jam yang ada di rumah ini lebih lambat jika dibandingkan dengan jam yang ada di mobil. Perbedaan ini menjadi signifikan saat di pagi hari berangkat berkarya bekerja.

Orang Indonesia memiliki konsep yang berbeda soal waktu. Rasanya saya sudah sering menulis hal ini di blog. Dengan iklim tropis dan tak terbiasa menggunakan transportasi publik, orang Indonesia menyikapi waktu sebagai harta yang berlimpah.

Lihat saja, kitq senang dengan rapat yang lama. Harusnya, kita mencontoh twitter dalam rapat. Mereka rapat dalam ruangan berdiri. Mengapa berdiri? Agar rapat tidak terlalu lama.

Kembali ke jam. Mempercepat jam, ternyata tidak terlalu berpengaruh. Saya akan mengurangi waktu yang tertera di jam. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menyikapi waktu.

Terakhir, dengan baterai alkaline, semoga jam ini bisa cocok. Harusnya jam di rumah bisa disinkronisasi menggunakan NTP sih😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s