Begadang

Begadang.

Semua yang pernah merasakan kerasnya hidup saat menjadi mahasiswa pasti pernah merasakan begadang. Burn the midnight oil. Entah untuk urusan kuliah atau kegiatan mahasiswa.

Semalam menjelang ujian, dulu saya suka menginap di tempat teman saya. Kadang paginya pulang dulu ke kos untuk mandi, atau langsung ke kampus. Lebih sering yang belakangan. Kami menghabiskan waktu untuk bersama-sama belajar bersiap menyambut ujian. Enaknya belajar bersama teman adalah bisa langsung diskusi saat ada satu topik yang tidak dimengerti. Kalau tiba-tiba lapar, kami berjalan ke Simpang Dago, mencari tempat makan yang masih buka.

Atau saat sibuk kegiatan mahasiswa. Entah menjadi peserta ospek, panitia, rapat kegiatan hingga larut malam, menyiapkan terbitan, dst, dst. Those were great days.

Dibanding begadang, sebenarnya saya lebih suka bangun pagi. Saat tidur sudah terlalu larut, bangun di pagi harinya badan terasa tidak enak. Tapi begadang pun menjadi tak terhindarkan. Ada senang juga saat menghabiskan waktu malam bersama teman.

Sekarang kehidupan sudah berubah. Tak lagi di kampus. Begadang sekarang lebih banyak karena urusan rumah tangga. Entah rapat RT, atau menyicil menyelesaikan setrikaan yang menumpuk. Atau terbangun membantu istri yang sedang menyusui…

Seperti kata Rhoma, jangan begadang bila tak ada artinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s