Nasionalisme di Meja Makan

Nasionalisme.

Sesuatu yang dekat sekaligus jauh, bagi saya.

Saya ceritakan dulu mengapa jauh. Saya lahir dan besar di Indonesia. Hampir 99% waktu dari hidup saya, saya habiskan di Indonesia. Saya belum banyak bepergian menjelajah Indonesia. Jika di Pulau Jawa, masih oke lah. Namun saya belum banyak menginjakkan kaki di luar Jawa. Paling Timur hanya Lampung. Eh Palembang deing, di tahun 2011 saya pergi ke IDSECCONF. Lalu di sisi Barat hanya Makassar. Pernah ada kerjaan di Tonasa, lalu di tahun 2012 saya juga mengisi acara IDSECCONF.

Saya bisa dibilang tak cinta-cinta amat dengan Indonesia. Saya tak tahu bagaimana cinta yang tepat untuknya. Saya takut cinta yang membabi buta. Fanatisme.

Saya tak kenal banyak lagu daerah. Saya tak selalu menggunakan produk-produk Indonesia. Saya tak cakap berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya tak bisa berbahasa daerah. Baik Sunda maupun Jawa. Apalagi bahasa daerah lainnya.

Jadi Indonesia, bagi saya sebagas imagined community.

Sekarang mengapa Indonesia dekat. Makanan. Barangkali itulah yang paling mendekatkan. Saat meninggalkan Indonesia, lidah adalah yang paling sulit beradaptasi. Saat ke Eropa dulu, lidah saya saat ingin makan nasi. Merasakan enaknya mengunyah nasi. Berbeda saat ke Beijing. Budaya makanan cina yang sudah melebur di Indonesia, membuat pergi ke Beijing lebih mudah beradaptasi.

Saat bepergian, terkadang kita baru bisa melihat jauh lebih ke dalam diri. Sesuatu yang ada di luar hadir begitu menyilaukan mata. Ketertiban, keteraturan, kebersihan. Bahkan bus yang berhenti di halte saja sudah bisa diperkirakan kapan akan tiba hingga satuan menit. Bayangkan! Hingga satuan menit. Ini bukan transportasi publik yang berjalan di atas rel.

Apakah nasionalisme perlu diteriakkan lantang atau biar di dalam hati saja?

4 pemikiran pada “Nasionalisme di Meja Makan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s