Nasionalisme adalah Garis Batas

Setelah sebelumnya saya menulis “Nasionalisme di Meja Makan” kali ini saya kembali menulis soal nasionalisme. Mengapa saya kembali nasionalisme? Jawabannya adalah faktor random.

Blog ini hanyalah wadah bagi saya menulis hal-hal random yang berkutat di kepala saya. Dan saya pun tak punya waktu khusus untuk menulis. Jadi bertambahlah faktor random ini. Termasuk tempat untuk menulis, saya pun tak punya tempat khusus untuk menulis. Tambahan soal waktu, umumya saya menulis saat saya sedang sendiri. Barangkali apa karena orang Indonesia adalah tipikal orang yang komunal sehingga jarang punya waktu sendiri dan lantas jarang menulis.

Kembali ke judul. Sudah terlalu panjang juga prolognya.

Jika sebelumnya saya menganggap nasionalisme sebagai sesuatu yang abu-abu, kali ini saya ingin menganggap kebalikannya. Saya akan pragmatis saja dengan memberikan contoh-contoh.

Saat pergi ke Lisbon, Portugal dulu, dua orang teman saya asal Malaysia dan Singapura, tak perlu berepot-repot diri mengurus visa dan menunggu ketidakpastian kapan visa Schengen ini akan keluar. Dua negara jajahan Inggris ini tak mensyaratkan visa bagi warga negaranya yang akan berkunjung ke negeri Eropa asalkan di bawah 90 hari(?).

Berbeda dengan saya yang berpaspor Indonesia. Saya butuh visa Schengen untuk mengunjungi Portugal. Garis batas ada di paspor yang melekat pada diri kita. Jadi siapa yang bilang dunia itu datar?

Contoh kedua saya ambil dari peristiwa yang baru saja bangsa Indonesia. Akhirnya pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Saya termasuk yang menyetujui keputusan ini.

Sudah lama pernah saya tulis, bahwa masa depan ada di transportasi publik. Bukan di kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi cukup digunakan di akhir pekan saja, saat pergi bersama keluarga. Bahkan saya dulu pernah berpikir agar bahan bakar dengan timbal dihapus saja sekalian, demi lingkungan yang lebih baik.

Di sinilah garis batas negara itu ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s