Konsentrasi Tanpa Distraksi

Di zaman gadget bertebaran di sekitaran, konsentrasi tanpa distraksi menjadi sulit. Kita (saya?) jadi merasa kesulitan untuk konsentrasi dalam waktu yang lama. Padahal dulu saat kecil, saya ingat betul, saya bisa keasyikan belajar hingga 2 jam lamanya.

Sekarang menjadi sulit karena terlalu banyak distraksi. Mulai dari pesan di whatsapp, mention di twitter, notifikasi facebook, hingga email yang tiba-tiba masuk. Belum lagi distraksi dari dunia luar, misalnya rekan yang mengajak diskusi.

Belum lagi belakangan saya merasa youtube semakin bisa cepat diakses. Kalau dulu saya masih suka download dulu, kini saya tinggal pilih video mana yang ingin saya tonton. Termasuk video pycon Singapore yang baru saja dirilis.

Lantas bagaimana caranya menghindari distraksi? Konsep yang menjadi pondasi adalah mengetahui kapan kita perlu mengetahui saat yang paling tepat untuk memproses informasi ini. Kita perlu diet informasi di era informasi berlimpah ini. Tak bisa semua informasi diproses di otak. Ada batas jenuhnya.

Lalu lainnya, adalah soal tempat kerja. Saya jadi berpikir tentang ruang kerja tertutup dengan satu jendela besar yang menghadap laut arah barat.

Hingga saya selalu bisa melihat “Jingga di bahuku” setiap sore…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s