Waktu untuk Meraut

Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan keadaan yang terlalu sibuk. Oh, sedapat mungkin saya ingin menghindari berada dalam kondisi tersebut, tapi bukanlah kehidupan jika semua keinginan bisa terpenuhi.

Saya suka sibuk, tapi saya tidak suka kalau terlalu sibuk. Ibarat pensil, ia membutuhkan untuk diraut agar tetap tajam dan enak untuk menulis. Saya butuh waktu luang, untuk mengerjakan hal lain di luar rutinitas pekerjaan. Mengerjakan hal-hal lain yang mengasah kemampuan saya lainnya: musik, gambar, menulis, dan juga kemampuan inter-personal.

Saya juga membutuhkan waktu luang untuk aktif di komunitas. Komunitas apapun. Baik komunitas yang dibentuk karena kesamaan minat ataupun komunitas RT, tetangga sekitar. Mengembalikan dengan berkontribusi pada komunitas.

Ada hasil jajak pendapat menarik yang saya baca di KOMPAS Minggu, seminggu yang lalu. Hasil jajak pendapat menunjukkan mayoritas responden ingin bekerja yang bisa berguna untuk masyarakat, bukan bekerja untuk memperkaya diri sendiri.

Memang liputan KOMPAS Minggu kali ini menyajikan berita tentang segelintir orang yang meluangkan waktu, tenaga, pikiran hingga finansial, untuk berkontribusi pada masyarakat sekitar. Salah satu contohnya adalah dengan memberikan pengobatan gratis atau pemberian suplemen makanan khususnya bagi ibu yang sedang hamil.

Jadi, di kota besar Jakarta pun, masih ada orang baik kan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s