Komitmen

Apa yang membuat seseorang berkomitmen?

Pertama uang. Uang di zaman kapitalis ini merupakan pengikat. Ada kalanya kita terpaksa melakukan sesuatu yang tidak kita sukai karena uang. Hidup tak selalu indah.

Kedua janji. Saya masih ingat betul bagaimana saya pernah marah ke teman saya (yang cukup dekat) karena ia datang terlambat tanpa kabar. Janji bisa diikat karena uang maupun tanpa uang.

Ketiga suka. Nah ini menurut saya komitmen yang seharusnya. Ya tapi lagi-lagi, dunia tak selamanya indah.

Tak bisa juga hidup tanpa aturan, tanpa konvensi, dan tanpa komitmen.

Aktif di kegiatan yang sifatnya relawan juga gampang-gampang sulit. Relawan kan tidak diikat dengan uang, dengan kontrak kerja. Relawan telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga untuk berkontribusi ke komunitas. Bahkan tak jarang menjadi relawan ini mengorbankan waktu keluarga.

Dalam dunia open source pun begitu. Saya pernah membaca blog salah satu rock star asal Indonesia yang sedang di Bay Area, CA, betapa proyek phantomjs ini juga menyita waktu keluarganya. Sementara keluhan, tuntutan dari pengguna begitu berisik datang di milis.

Saya sendiri, telah berusaha sedapat mungkin memulai kopdar Python tepat waktu. Saya suka tepat waktu. Bahkan dalam beberapa kesempatan, saya berkomitmen datang minimal 30 menit sebelum acara dimulai.

Kalau kamu, bagaimana dengan komitmen?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s