Pentingnya Membaca Fiksi

Membaca fiksi? Ih buang-buang waktu saja. Untuk apa membaca sesuatu yang sifatnya imajinasi? Khayalan? Sesuatu yang tak nyata.

Saya lihat budaya baca (termasuk fiksi) masyarakat Indonesia masih rendah. Entah karena memang kita tak terbiasa meluangkan waktu untuk membaca, harga buku mahal, ataupun tak banyak karya fiksi berbahasa Indonesia yang bagus.

Padahal fiksi itu bagus. Kita semua suka cerita. Fiksi melatih kita berkhayal. Berimajinasi. Tentang sesuatu yang tak ada. Kita menjadi pencipta. Penggubah cerita.

Saya sendiri juga sudah lama tak membaca fiksi. Hadeuh, yang nulis sendiri juga jarang baca fiksi. Apa ya buku fiksi yang terakhir saya baca?

Garis Batas? Ah ini bukan fiksi. Negeri 5 Menara. Hmm ini fiksi yang terinspirasi dari pengalaman nyata. The Girl with The Dragon Tattoo? Yaiks, buku ini masih tergeletak rapi di lemari.

Belakangan saya malah baca Metropop, chicken lit dengan segmen wanita karier. Hihihi… Sedikit banyak saya jadi mengetahui pola pikir perempuan dengan membaca cerita-cerita di buku ini.

7 pemikiran pada “Pentingnya Membaca Fiksi

  1. yess… dengan baca fiksi emosi kita juga ikut kebawa,, seneng, sedih, marah dll
    kadang kalau terlalu menghayati ampe nangis. Tapi anehnya walaupun nangis kita tetep seneng baca^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s