Kehidupan Setelah Dunia

Saya bukan orang yang pertama memikirkan bagaimana kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Ribuan tahun lalu, atau bahkan ratusan ribu tahun lalu, sudah ada orang-orang seperti saya yang memikirkan bagaimana sih, kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.

Beberapa agama/kepercayaan ada yang percaya akan reinkarnasi. Jadi kehidupan sekarang merupakan reinkarnasi bentuk kehidupan sebelumnya. Ada juga yang percaya bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, sebagai pengantar, menuju kehidupan yang abadi.

Khutbah tarawih semalam, mengajak untuk tidak memikirkan dunia. Wah, terkesan semakin sulilt di era modern sekarang ini. Saat notifikasi ponsel begitu menggoda untuk diperiksa selalu. Ada whatsapp baru, ada mention baru, ada email baru, dst, dst.

Jadi kapan dan bagaimana caranya agar tidak melulu memikirkan dunia?

3 pemikiran pada “Kehidupan Setelah Dunia

  1. kata orang keren, kalau fokusnya ke akhirat pasti dunianya ngikut/tunduk. tapi sebagian orang sekarang masih belum percaya/yakin dengan hal ini

    Ibnul Qayyim mengatakan kurang lebih: dunia ini seperti bayangan, kalau kita mau tangkep nggak bakal dapet, tapi kalau kita nggak berusaha tangkep (misal cuek jalan aja) dia bakal ngikut

  2. memang semakin sulit melepaskan dunia sekarang ini. gak pegang gadget sebentar saja rasanya gimana gitu.
    tapi sesekali perlu mas merenung soal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s