Sekolah yang Membelenggu

Sedikit lagi saya akan menyelesaikan buku yang baru saya baca. Sebuah biografi singkat Ken Kaskus. Persisnya kurang dua bab lagi.

Di bagian awal buku ini, betapa sering Ken bercerita bahwa ia begitu merasa terbelenggu dengan sekolah. Ia tumbuh menjadi anak yang kritis. Bertanya. Mengapa harus ini. Mengapa harus itu. Apa alasannya.

Ia tak puas bila diharuskan melakukan sesuatu tanpa mengerti alasannya. Lantas saya jadi berpikir, apakah sedemikian parahnya kondisi sekolah Indonesia yang membelenggu?

Saat kerusuhan melanda Jakarta di tahun 1998, Ken disekolahkan oleh orang tuanya ke Australia. Di sinilah ia baru merasakan sekolah yang tidak membelenggu.

Saya jadi berpikir lagi. Apa iya, harus sekolah di luar negeri untuk merasakan kebebasan dan kreativitas?

Bagaimana tanggapan dari para pendidik di Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s